Sumber data & metodologi
Transparansi soal dari mana angka di halaman ini berasal, dan apa yang tidak bisa dijanjikan olehnya.
Sumber utama
Seluruh data gempa dan prakiraan cuaca berasal dari layanan publik BMKG, diakses melalui API publik di https://kiosapi.my.id/api/bmkg-api. Data wilayah (kode BPS/adm4) berasal dari dataset publik pemerintah.
Endpoint & masa cache
| Endpoint | Keterangan | Cache |
|---|---|---|
| /gempa/terbaru | Satu kejadian gempa paling baru | 60 detik |
| /gempa/terkini | 15 kejadian gempa terbaru | 5 menit |
| /gempa/dirasakan | Gempa yang getarannya dirasakan | 5 menit |
| /cuaca?adm4= | Prakiraan cuaca per desa/kelurahan | 30 menit |
| /wilayah/provinsi | Daftar provinsi | 24 jam |
| /wilayah/kabupaten/:id | Kabupaten/kota dalam provinsi | 24 jam |
| /wilayah/kecamatan/:id | Kecamatan dalam kabupaten | 24 jam |
| /wilayah/kelurahan/:id | Desa/kelurahan dalam kecamatan | 24 jam |
Cara kami menyajikan
- Cache dua lapis. Data disimpan dengan batas kedaluwarsa dan batas toleransi. Selama masih dalam toleransi, data basi tetap disajikan jika sumber gagal dihubungi — lebih baik data 10 menit lalu daripada halaman error.
- Render di server. Halaman disusun di server sehingga mesin pencari dan pembaca dengan JavaScript mati tetap mendapat konten penuh.
- Tanpa interpretasi berlebih. Kami menampilkan angka BMKG dan penjelasan umum. Kami tidak membuat prediksi gempa.
Batasan
- Data dapat terlambat beberapa menit dari rilis resmi BMKG.
- Prakiraan cuaca bersifat probabilistik dan bisa berubah sewaktu-waktu.
- Halaman ini bukan kanal peringatan dini resmi. Jangan bergantung padanya untuk evakuasi.
- Kegagalan pada layanan pihak ketiga dapat membuat sebagian data tidak tampil.
Atribusi
Bila Anda mengutip data dari situs ini, cantumkan sumber aslinya: BMKG. Data gempa dan cuaca adalah milik publik; penyajian ulang tidak mengubah kepemilikan tersebut.