Panduan menghadapi gempa bumi
Gempa tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa ditekan. Panduan ini merangkum langkah yang terbukti mengurangi risiko cedera, disusun untuk dibaca cepat saat dibutuhkan.
Sebelum gempa
- Siapkan tas siaga: air, makanan kering, obat pribadi, senter, power bank, dokumen penting.
- Kenali jalur evakuasi dan titik kumpul di rumah, kantor, dan sekolah.
- Ikat atau pasang pengunci pada lemari dan rak tinggi.
- Latih skenario berlindung bersama keluarga minimal dua kali setahun.
Saat guncangan
- Berlindung di bawah meja kokoh, lindungi kepala dan leher.
- Jauhi jendela, kaca, dan benda yang mudah jatuh.
- Jangan gunakan lift. Jangan berlari ke luar saat guncangan masih berlangsung.
- Jika di luar ruangan, jauhi gedung, tiang listrik, dan pohon besar.
Setelah gempa
- Periksa luka dan kondisi orang di sekitar Anda.
- Keluar dengan tenang, gunakan tangga, jangan menyalakan api.
- Periksa kebocoran gas dan kerusakan struktur bangunan.
- Waspadai gempa susulan dan ikuti informasi resmi BMKG.
Informasi yang benar
- Rujuk bmkg.go.id dan kanal resmi pemerintah daerah.
- Waspadai pesan berantai tanpa sumber dan tanpa tanggal.
- Jangan menyebarkan prediksi gempa yang tidak berdasar.
- Simpan nomor darurat setempat di ponsel Anda.
Tas siaga bencana
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi?
Berlindung di bawah meja yang kokoh, lindungi kepala dan leher, dan pegang kaki meja sampai guncangan berhenti. Jauhi jendela, cermin, dan benda yang mudah jatuh. Jangan gunakan lift. Setelah guncangan berhenti, keluar dengan tenang melalui jalur evakuasi.
Apakah gempa bisa diprediksi?
Hingga kini belum ada metode yang terbukti mampu memprediksi waktu dan lokasi gempa secara tepat. Yang bisa dilakukan adalah peringatan dini beberapa detik setelah gempa terjadi, serta mitigasi dan kesiapsiagaan berkelanjutan.
Apa itu skala MMI?
Modified Mercalli Intensity mengukur intensitas getaran yang dirasakan di suatu lokasi, dari I (tidak terasa) hingga XII (kerusakan total). Skala ini berbeda dari magnitudo yang mengukur energi gempa.
Mengapa gempa kecil bisa terasa lebih kuat?
Kedalaman pusat gempa berpengaruh besar. Gempa dangkal dengan magnitudo sedang dapat menghasilkan getaran permukaan yang lebih kuat daripada gempa dalam bermagnitudo lebih besar.
Apakah gempa bisa memicu tsunami?
Gempa dengan magnitudo besar yang pusatnya berada di laut dan bersifat sesar naik dapat memicu tsunami. BMKG akan mengeluarkan peringatan dini bila ada potensi tersebut. Segera menjauh dari pantai bila merasakan guncangan kuat di daerah pesisir.
Pantau aktivitas gempa terkini di Indonesia.
Lihat gempa terkini